TRENDING NOW


Kesal percakapan telepon Anda disadap oleh biang gosip? Sekarang tidak perlu khawatir lagi, karena sebuah masker telepon anti biang gosip ini sudah diciptakan

Hushme merupakan masker spesial yang melindungi bibir dan suara pengguna dari berbagai biang gosip yang merajalela. Sepasang lapisan tebal yang melingkari bibir ini memastikan suara tetap terdengar jelas di telepon dan kedap suara dari luar ketika berbicara.

Terlihat sebagai sebuah headphone, masker ini memiliki baterai kuat yang akan mengatupkan daerah di sekitar bibir. Dilengkapi dengan sepasang earphone, tentunya berbagai percakapan rahasia Anda akan terjaga.

Meski terlihat sedikit aneh ketika digunakan, tetap saja Hushme Mask yang memiliki banyak warna ini akan dikembangkan dengan berbagai jenis baru. Mulai dari desain yang nyaman hingga berbagai suara yang bisa menyamarkan suara Anda. Seperti suara karakter Minion dan tarikan napas Darth Vader. Apakah Anda ingin mencoba masker ini?

Korea Utara boleh jadi punya senjata nuklir. Selain itu, bukan rahasia lagi jika masyarakat di sana begitu dikekang oleh aturan-aturan ketat dari pemimpin diktator mereka, Kim Jong-un.

Ketatnya aturan itu juga sangat mempengaruhi penggunaan teknologi di sana. Kendati begitu, segelintir orang Korea Utara mulai bisa merasakan penggunaan komputer, ponsel, tablet, hingga internet. Penasaran seperti apa potret minimnya teknologi di negara tetangga Korea Selatan itu?

Berikut berbagai foto penggunaan teknologi di Korea Utara

1. Sangat Sedikit Orang Akses Internet

Korea Utara kabarnya hanya memberikan akses internet pada penguasa dan segelintir warga negara asing. Mereka mengakses internet di sana menggunakan jaringan internet Kwangmyong yang benar-benar tertutup.

Tak sebebas di Indonesia atau negara lain, internet di Korea Utara hanya bisa mengakses laman milik lembaga pemerintah. Namun, rupanya Korea Utara juga punya laman online shop bernama Okryu yang ada sejak 2015.

2. Facebook Diblokir Tapi Ada Tiruannya

Korea Utara adalah negara yang memblokir Facebook. Meski begitu, di sana terdapat sebuah jejaring sosial yang merupakan kloningan Facebook dan diciptakan oleh peneliti Doug Madory tahun lalu.

Jejaring sosial itu membuat pengguna bisa saling berinteraksi melalui wall. Sekadar informasi, beberapa waktu lalu, jejaring sosial ini pernah jadi korban peretasan.

3. Hanya satu dari 10 Orang Korea Utara Punya Smartphone

Smartphone adalah barang mahal di Korea Utara, terlihat dari kepemilikan smartphone yang tak terlalu dominan seperti di Korea Selatan. Operator seluler Korea Utara Koryolink mencatat, ada 3 juta pelanggan data, artinya mereka juga bisa mengakses internet secara terbatas.

4. Tak Bisa Telepon ke Luar Negeri

Di Indonesia, panggilan ke luar negeri alias roaming memang mahal tetapi mungkin untuk dilakukan. Beda halnya dengan di Korea Utara, di sana operator telepon utama Koryolink tidak mengizinkan adanya panggilan internasional. Pemerintah Korea Utara pun menjalankan aturan ini dengan ketat.

Padahal, penduduk Korea Utara banyak yang tinggal di dekat perbatasan dan mendapat kartu SIM dari keluarga mereka yang melarikan diri menyeberang perbatasan. Nah, siapapun yang kedapatan memakai kartu SIM dari luar akan ditangkap.

5. Komputer Hanya untuk Orang Kaya

Sebagian warga Korea Utara memang telah mengenal dan menjajal akses internet menggunakan personal computer (PC).

Walau begitu, penggunaan PC terbatas hanya untuk orang-orang kaya. Sementara, mahasiswa masih bisa memakai komputer di Universitas Pyongyang. Penggunaan komputer juga diperbolehkan di warnet dan sekolah dengan pengawasan ketat.

6. Hanya ada Dua Operator Telekomunikasi

Business Insider melaporkan, hanya ada dua operator telepon seluler di Korea Utara yakni Koryolink dan Byol. Koryolink merupakan operator utama dan kabarnya Byol akan bergabung dengan Koryolink yang diawasi dengan ketat oleh pemerintah.

7. Tablet Tanpa Bluetooth dan Wi-Fi

Selain smartphone, di Korea Utara juga ada tablet. Meski begitu, hanya segelintir orang yang bisa memiliki tablet karena harganya yang sangat mahal. Terlebih, tablet yang beredar tak dilengkapi koneksi bluetooth dan Wi-Fi.

Menurut informasi, tablet bernama The Woolim itu berasal dari Tiongkok dan dijual seharga Rp 3,5 jutaan, cukup mahal bagi warga Korea Utara.

8. Punya Sistem Operasi Sendiri

Komputer di Korea Utara berjalan di sistem operasi lokal bernama Red Star. Ahli keamanan Jerman Florian Grunov dan Niklauss Schiess menyebut ada beberapa aplikasi di dalam komputer yakni pemrosesan kata, kalender, dan pemutar musik.

9. Sulitnya Nonton TV

Sebagian besar warga Korea Utara punya televisi, sayangnya siaran yang bisa ditonton sangat terbatas, yakni hanya program-program stasiun TV Korea Utara yang sebagian besar berisi propaganda pemerintah.

10. Flashdisk Untuk Gaya

Karena penggunaan komputer sangat terbatas bagi mereka yang tinggal di Pyongyang, flashdisk punya jadi fashion item yang bisa mendukung gaya anak muda.


Busana Syar’i : Saat ini banyak sekali umat muslim, baik itu ikhwan ataupun akhwat sedang berlomb lomba untuk menggunakan busana yang syar’i . Lantas bagaimanakah busana yang syar’i menurut Islam dan kenapa harus yang syar’i.
Busana Syar'i
Busana Syar’i
Kriteria Busana Syari bukanlah berdasarkan kepantasan atau mode yang lagi trend, melainkan berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jika kedua sumber hukum Islam ini telah memutuskan suatu hukum, maka seorang muslim atau muslimah terlarang membantahnya. Firman Allh SWT :
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Qs. Al-ahzab : 36)
Para perancang mode boleh saja bilang bahwa hasil rancangannya itu adalah Busana Syari, tetapi, tetapi jika hal itu ternyata tidak memenuhi syarat sebagimana yang diperintahkanAllah , maka itu bukanlah Busana Syari. Karena dalam Islam suatau pakaian di sebut Busana Syari jika memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan:
1.  Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan
Syarat ini terdapat dalam firman Allah Swt:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Qs. An-Nur : 31)
Juga firman Allah Swt:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-Ahzab : 59)
Dua ayat diatas dengan  tegas menyatakan bahwa Busana Syari itu harus menutupi seluruh anggota badan kecuali yang bisa nampak yaitu muka dan telapak tangan.
Adapun  yang dimaksud ziinah (perhiasan) itu terbagi dua bagian. 
Pertama, ziinah khalqiah, yaitu perhiasan yang sudah melekat pada dirinya seperti raut wajah, kulit, bibir dan sebagainya.
Keduaziinah muktasabah, yaitu perhiasan yang dipakai wanita untuk memperindah atau menutupi jasmaninya, sperti busana, cincin, celak mata,pewarna dan sejenisnya. Inilah yang dimaksud dalam firman Allah: “Ambillah perhiasanmu ketika ke mesjid.” (Al-Qurthuby XII:299)
Maksud dari perhiasan yang biasa tampak dan boleh diperlihatkan itu, karena tidak mungkin untuk menyembunyikan atau menutupnya. Seperti wajah, pakaian luar dan telapak tangan.
Dari kutipan ayat diatas, kita dapat memahaminya bahwa menampakkan perhiasan luar saja (yang nampak) dilarang, apalagi anggota badan yang ditutupi perhaiasan luar tersebut. Penafsiran ini diperkuat lagi oleh sebuah hadits yang menjelaskan sikap kaum muslimah ketika ayat ini diturunkan.
Dari Shafiah, ia bercerita: “Ketika kami bersama Aisyah ra, mereka menyebut-nyebut kelebihan wanita Quraisy. Lalu Aisyah ra. Berkata: “Memang wanita Quraisy itu memiliki kelebihan, tetapu, demi Allah, sesungguhnya akau tidak pernah melihat yang lebih mulia dari pada wanita Anshar, mereka sangat membenarkan Kitabullah dan sangat kuat imannya kepada wahyu yang diturunkan. Ketika turun surat An-Nur, ayat yang menyuruh berkerudung, suami mereka pulang lalu lalu membacakan kepada mereka apa yang telah Allah turunkan. Dengan segera setiap wanita menarik kain yang ada, lalu menjadikannya kerudung kepala karena membenarkan dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya” (HR. Al-bukhari dan Abu Dawud)
Bila pada Qs An-Nur : 31 memakai lafad walyadribna,  maka pada Qs Al-Ahzab : 59 digunakan lafad yudniina artinya mengulurkan hingga menutupi kepala, pundak dan dada sampai seluruh tubuhnya. Ayat ini diperjelas lagi dengan sebuah hadist dari Ummu Salamah, katanya: “Ketika turun ayat ini, para wanita Anshar terlihat keluar berbondong-bondong, pada kepala mereka terlihat seperti burung ghirban (gagak) yang hitam karena kerudung yang dikenakan berwarna hitam.” (HR. Abdurrazaq dan Jama’ah)
2.  Bukan berfungi sebagai perhaisan.
Syarat ini berdasarkan firman Allah Swt:
“…Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka” (Qs An-Nur : 31)
Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu yang menyebabkan kaum lelaki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah :
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (Qs Al-Ahzab : 33)
Pakaian jilbab sebagaimana disebutkan pelindung wanita dari godaan laki-laki. Hal ini berarti pakaian muslimah (jilbab) tidak boleh berlebihan atau mengikuti trend mode tertentu karena memang Busana Syar’i bukan perhiasan.
3.  Kainnya harus tebal, tidak tipis.
Sebagai pelindung wanita, secara otomatis Busana Syar’i harus tebal atau tidak transparan atau membayang (tipis) karena jika demikian akan semakin memancing fitnah (godaan) dari pihak laki-laki.
Rasulullah Saw bersabda :
“ Bahwa Asma binti Abi Bakar masuk ke rumah Rasul dengan mengenakan pakaian yang tipis, maka Rasulullah berkata : “Wahai Asma, sesungguhnya wanita yang telah haid ( baligh) tidak diperkenankan untuk dilihat daripadanya kecuali ini dan ini, dengan mengisyaratkan wajah dan tepak tangan.” (HR abu Daud)
Adapun fenomena kudung gaul yang kini sedang trend di kalangana anak muda dengan pakaian yang tipis dan serba ketat, hal ini jelas merupakan pelanggaran berat terhadap syarat jilbab yang diharuskan. Ancaman bagi mereka sebagaimana sabda  Rasullullah saw:
“Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah saya lihat sebelumnya, (1) kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang (ialah penguasa yang zhalim) (2) wanita yang berpakain tapi telanjang, yang selalu maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Rambutnya sebasar punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mencium wanginya, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjang.” (HR. Muslim)
4.  Harus longgar, tidak ketat, sehinga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.
Diantara maksud diwajibkannya Busana Syar’i adalah agar tidak mungkin terwujud jika pakaian yang dikenakan tidak ketat dan tidak membentuk lekuk-lekuk tubuhnya. Untuk itu jilbab harus longgar atau tidak ketat.
“Rasulullah saw memberiku baju Qubthiyyah yang tebal (biasanya Qutbthiyyah itu tipis) yang merupakan baju yang dihadiahkan Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi saw bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qubthiiyah?” Aku menjawab: “Aku pakaikan baju itu pada istriku” Nabi saw lalu menjawab : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam Qubthiyyah itu, karena aku khawatir baju itu masih menggambarkan bentuhk tulangnya.” (HR. Al-Baihaqi, Ahmad, Abu dawud dan Ad-Dhiya).
Rasulullah memerintahkan paad istri Usamah bin jaid (sebagaimana termaktub dalam hadits di atas) agar menggunakan pakain rangkap sehingga Qubtiyah tidak membentuk tubuhnya. Perintah ini menunjukkan kewajiban. Imam Asy-Syaukani dalam mensyarah hadist ini mengatakan : “Hadist ini menunjukkan bahwa wanita itu wajib menutupi badannya dengan pakaian yang tidak menggambarkan bentuk tubuhnya. Ini merupakan syarat bagi penutup aurat.
Adapun Fatimah putri Rasulullah pernah berkata kepada Asma : “Wahai Asma! Sesungguhnya Aku Memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang menggenakan baju yang dapat meggambarkan bentuk tubuhnya” (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim)
5.  Tidak diberi wewangian atau parfum
Syarat ini berdasarkan larangan terhadap kaum wanita untuk memakai wewangian bila mereka keluar rumah. Rasullluah Saw bersabda :
“Siapapun perempuan yang memakai wewangain. Lalu ia melewati kaum laki-laki agar ia menghirup wanginya, maka ia sudah berzina” (HR. An-Nasa’i)
“Jika salah seorang di antara kalian (kaum wanita) keluar rumah menuju mesjid, maka janganlah sekali-kaliu mendekatinya dengan memakai wewangian” (HR. muslim)
Alasan pelarangan itu jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Para ulama bahkan mengikutkan sesuatu yang semakna dengan pakaian indah, perhiasan yang tampak dan hiasan (asesoris) yang megah.
6.  Tidak menyerupai laki-laki
“Rasulullah melaknat pria yang menyerupai pakaian wanita dan wanita yang menyerupai pakai laki-laki.” (HR. Abu Dawud)
“Tidak masuk golongan kami para wanita yang menyerupai diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kami kaum wanita” (HR. Ahmad)
Busana Syari


Ini salah satu contoh Busana Syar’i yang di jual di pasaran, segera hubungi no ini ..
Ready nih eigpt abaya Tenun nya, khas Indonesia bangeeeeet…..
Only size S Sama M aja ya ummah…
Monggo siapa kemaren yg kehabisan… 😊
Price: 295 rb
Fast respon:
WA/tlp/sms: 083891175149






“Tiga orang yang tidak masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat: orang yang durhaka pada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelelakian danm menyerupakan diri dengan laki-laki, dan dayyuts (orang yang tidak memlki rasa cemburu)” (HR. Nasa’i, Hakim. Baihaqi dan Ahmad)
Para ulama memasukkan tindakan wanita yang menyerupai laki-laki dan tindakan kaum laki-laki  menyerupai wanita dalam “al-kabaair” (dosa-dosa besar). Mereka dilaknat dan laknat ini akan menimpa juga pada suaminya yang membiarkannya, meridhainya dan tidak malarang melakukannya hal itu.
7.  Bukan libas syurah (pakaian popularitas)
Berdasarkan hadist Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah saw bersabda :
“Barang siapa yang menegakkan pakaian syurah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah menegakkan pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Libas Syurah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas (gengsi) di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal yang dipakai oleh seorang untuk berbangga dengan gaun dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah dan yang dipakai oleh seorang yang menampakan kedzuhudannnya dan dengan tujuan riya.
Itulah syarat-syarat pakaian seorang muslimah. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa pakaian muslimah hendaklah menutup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan denga rincian sebagaimana dikemukakan di atas; ia sendiri  bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak sempit sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum dan bukan merupakan pakaian popularitas.
TeknologiIndustri telekomunikasi terus berkembang setiap waktu. Teknologi telekomunikasi di dunia saat ini memasuki generasi keempat atau biasa dikenal dengan sebutan 4G LTE (Long Term Evolution) yang berfungsi untuk mengoptimasi layanan data.

Perkembangan teknologi telekomunikasi yang dipakai secara luas di masyarakat ternyata memiliki fase. Berdasarkan hasil riset Ericsson, perkembangan teknologi telekomunikasi berubah setiap 10 tahun sekali.

"Teknologi telekomunikasi wireless memiliki circle yang tak disadari berkembang dalam periode tertentu," ujar Hardyana Syintawati, VP Marketing Communications Ericsson Indonesia di Tartine Resto.

Wanita yang akrab disapa Nana itu menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telekomunikasi berlangsung selama 10 tahun. Teknologi telekomunikasi nirkabel bermula pada tahun 1980 yang mendukung komunikasi suara.

"Teknologi telekomunikasi GSM untuk telepon di tahun 1980, tahun 1990 lahir GPRS dan EDGE, tahun 2000 lahir 3G yang bisa akses data lebih baik dan di tahun 2010 lahir 4G yang dioptimalisasi untuk layanan data. Targetnya di tahun 2020 akan lahir 5G," ujar Nana.

Layanan teknologi berbasis 4G LTE sekarang ini sedang banyak diaplikasikan di banyak negara di dunia. Indonesia salah satu negara yang tengah berusaha mempersiapkan diri untuk mengaplikasikan 4G LTE pada layanan telekomunikasi secara komersial.

Sedangkan teknologi telekomunikasi generasi berikutnya atau 5G tengah menjadi proyek yang sedang dikembangkan oleh banyak pihak. Ericsson sendiri menjadi salah satu perusahan yang ikut andil dalam mengembangkan teknologi telekomunikasi 5G.
TeknologiBanyak orang beranggapan smartphone, laptop, dan internet adalah bukti kemajuan. Dalam beberapa hal, pernyataan tersebut benar. Beberapa aplikasi memang membantu meningkatkan fungsi otak dan pekerjaan.

Namun kemajuan teknologi juga membawa konsekuensi yang tidak diinginkan. Teknologi ternyata dapat membawa efek mematikan kecerdasan manusia. Berikut 7 efek teknologi yang membuat Anda bodoh.

1. Mengacaukan waktu tidur Anda

Penelitian menunjukkan cahaya biru yang dipancarkan smartphone, tablet, dan laptop, dapat menekan pelepasan melatonin dalam tubuh di malam hari. Melatonin adalah hormon utama yang membantu Anda mengatur jam internal, memberitahu tubuh waktunya tidur ketika malam tiba dan merasa mengantuk. Cahaya biru dari gadget dapat mengganggu proses tersebut, sehingga mustahil bagi Anda untuk tidur tepat waktu.

Kurang tidur sudah tentu memiliki efek negatif pada otak. Jika Anda tidur kurang dari tujuh jam tiap harinya, Anda akan merasakan dampak-dampak buruk, seperti: susah fokus saat bekerja, suasana hati yang buruk, bermasalah dengan memori, belum lagi merusak jaringan otak. Kesemuanya akan membuat Anda tidak bahagia dan perlahan-lahan menjadi bodoh.

2. Membuat perhatian Anda terbagi

Tak perlu science untuk menjawab pernyataan tersebut. Faktanya, teknologi membuat perhatian mudah terpecah. Anda pasti sering memeriksa ponsel Anda sembari menyelesaikan pekerjaan Anda, bukan? Atau seberapa sering Anda membuka tab  lain di komputer/laptop Anda yang sama sekali tak berhubungan dengan pekerjaan? Pada kenyataannya, mengerjakan beberapa tugas sekaligus tak akan membuat satu pekerjaan selesai dengan baik.

Menurut survei dari Pew Research Center, 2.400 setuju bahwa siswa sekarang lebih gampang terpecah perhatiannya dibanding generasi sebelumnya. 87% setuju dengan pernyataan teknologi digital menciptakan generasi yang perhatiannya mudah terpecah dengan rentang yang pendek. Sedangkan 64% setuju dengan pernyataan teknologi membuat banyak siswa teralih perhatiannya dari akademis mereka. Tidak heran kalau teknologi justru membuat beberapa siswa menurun tingkat pengetahuannya.

3. Membuat Anda tak bisa mengingat banyak hal

Memori terdiri dari dua macam: memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Informasi harus melalui memori jangka pendek untuk dapat disimpan dalam memori jangka panjang. Namun, setiap memori beristirahat dalam proses pengumpulan informasi, katakanlah mengirim email, membaca chat, memori akan menghapus informasi sebelumnya dari sebelum transfer terjadi.

Kemudian saat Anda mengetahui kalau Google dan smartphone bisa membuat pekerjaan Anda lebih mudah, Anda pun bergantung padanya. Bahkan untuk sekadar sepotong informasi yang bisa Anda simpan di memori.

Karena Anda tak lagi banyak mengingat informasi, sudah tentu Anda pun lebih banyak melupakan informasi. Anda pun cenderung menjadi pelupa.

4. Tak konsentrasi dengan apa yang Anda baca

Teknologi membuat Anda tak bisa berkonsentrasi dengan bahan bacaan Anda. Katakanlah buku ataupun informasi yang Anda baca secara online di smartphone. Tulisan-tulisan berwarna-warni yang memuat link membuat otak Anda bekerja lebih keras daripada seharusnya dan hanya menyisakan sedikit tenaga untuk memproses bahan bacaan.

Penelitian menemukan membaca teks dengan link berwarna membuat otak meski memilih apakah akan mengklik link tersebut atau mengacuhkannya. Lama-kelamaan, otak Anda pun kehilangan kemampuan bekerja dengan baik.

5. Tak bisa menentukan arah tanpa mengandalkan GPS

Orang-orang yang mengAndalkan GPS dalam mencari arah memiliki aktivitas hippocampus yang lebih rendah dibanding yang tidak. Dengan kata lain, saat Anda lebih memilih menggunakan GPS, berarti Anda tak memaksimalkan kapasitas otak Anda. Sebuah penelitian di London menemukan sopit taksi memiliki hippocampus lebih berkembang dibanding pengendara yang terbiasa menggunakan GPS. Hal ini dikarenakan sopir taksi lebih terbiasa menggunakan memoris spasial mereka dibanding menggunakan GPS. Saat seseorang mengembangkan peta kognitif mengingat rute, maka ia telah mencegah masalah penyimpanan memori spasial di kemudian hari.

6. Membuat Anda kecanduan

Menghabiskan terlalu banyak waktu di internet ternyata membuat perubahan dalam otak yang meniru ketergantungan seseorang akan obat-obatan atau alkohol. Pecandu internet, terutama gamer, memiliki  materi abu-abu yang abnormal di otak mereka dan melumpuhkan daerah yang terlibat dalam pengolahan emosi, mengatur perhatian, dan pengambilan keputusan.

7. Mengacuhkan lingkungan sekitar

Teknologi membuat Anda sibuk dengan gadget dan melupakan lingkungan sekitar. Anda pun mulai antipati terhadap lingkungan, tak acuh terhadap orang lain, bahkan nilai kemanusiaan Anda pun menurun karena terlalu sibuk dengan teknologi. Tak heran, teknologi disebut-sebut sebagai pemicu buruknya hubungan antara keluarga, teman, pasangan, bahkan lingkungan.

Terkejut dengan apa yang Anda baca? Sudah semestinya mempertimbangkan lagi bagaimana menggunakan teknologi secara bijak.
TeknologiPara ilmuwan saat ini sedang mengembangkan sebuah lensa kontak teleskopik untuk memperbesar penglihatan manusia. Kelak, lensa kontak teleskopik ini dapat membantu seseorang yang mengidap penyakit Degenerasi Macular Terkait Usia/Age-Related Macular Degeneration (AMD) akibat glaukoma. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan progresif yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata optik.

Lensa pintar tersebut akan menggunakan pengukur regangan dan sensor tertanam di dalam sebuah chip yang terletak di lensa untuk mengukur perubahan volume cairan dalam mata sebagai pengganti pengukuran tekanan. Saat dipasangkan di mata, pemakainya dapat mengedipkan mata kanan mereka untuk memperbesar penglihatan, sementara sebelah kiri untuk mengembalikan penglihatan kembali ke normal.

Perusahaan bioteknologi Swiss Sensimed adalah perusahaan pertama yang menggunakan teknologi lensa pintar ini. Kelak, lensa pintar ini dapat digunakan untuk memantau perkembangan glaukoma.

Terdapat penerima data nirkabel yang dikenakan di leher dan dapat dirancang untuk memantau mata selama 24 jam. Diharapkan teknologi ini dapat mengetahui diagnosis awal dari glaukoma sehingga penanganan terhadap penderita glaukoma dapat ditanggulangi sedini mungkin.

Menarik, bukan? Kelak dengan lensa kontak ini kita bisa melihat sesuatu yang jauh tanpa perlu bantuan teleskop.
Teknologimemang menawarkan banyak kemudahan bagi manusia. Efektivitas waktu adalah salah satu manfaat kemajuan teknologi. Namun, kemajuan teknologi juga bak pisau bermata dua. Di sisi lain, banyak penyakit yang timbul akibat kemajuan teknologi. Apa saja?

1. Depresi

Sebuah kelompok dokter di Amerika Serikat memperingatkan bahwa para remaja dapat menjadi begitu terobsesi dengan sosial media, baik facebook, twitter, dan yang lainnya. Mereka menyatakan anak-anak yang diabaikan di sosial media akan lebih tertekan dibanding dalam kehidupan nyata. American Academy of Pediatri bahkan memperingatkan risiko kesehatan mental anak yang menjadi korban cyber bullying dan menegaskan bahwa penggunaan beberapa website tertentu dalam jangka panjang dapat memengaruhi pola tidur dan tingkat harga diri.

2. Cedera Regangan

Dulu, buruh pabrik, penjahit, dan musisilah yang paling berisiko mengalami cedera regangan berulang. Namun dewasa ini, pekerja kantor dan orang-orang biasa pun dapat menderita masalah yang sama karena menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menggunakan keyboard dan ponsel pintar. Bekerja dengan jari, pergelangan tangan, lengan, dan bahu secara berulang-ulang dapat menyebabkan kerusakan yang tak mampu diperbaiki oleh tubuh dari waktu ke waktu. Istirahat adalah langkah pencegahan yang tepat. Hentikan sejenak bekerja dengan keyboard maupun memainkan smartphone.

3. Hipersensitivitas Gelombang Elektromagnetik

Saat ini, orang-orang dikelilingi oleh komunikasi nirkabel. Dari wi-fi, sinyal telepon seluler, hingga radio melingkupi kita tanpa kita sadari. Bagi sebagian orang, paparan medan elektromagnetik ternyata dapat menimbulkan efek buruk terhadap tubuh. Gejala yang timbul biasanya sakit kepala akut, kulit terbakar, hingga otot berkedut dan nyeri parah. Banyak orang memilih pindah ke tempat yang jauh dan sepi, di mana komunikasi nirkabel dapat dikontrol untuk menghindari masalah.

4. Kecanduan Internet

Psikiater asal Amerika Serikat, Jerald Block, menyatakan jumlah orang yang menderita gangguan klinis akibat kecanduan internet makin meningkat. Kecanduan tersebut bisa karena kecanduan game online, maupun situs pornografi. Banyak psikiater yang merawat pasien menyatakan dunia online telah mengambil alih kehidupan pasien mereka. Pasien mereka kemudian lebih nyaman berada di dunia online dibanding di dunia nyata.

5. Berkurangnya Kualitas Pendengaran

Perangkat-perangkat musik yang semakin canggih ternyata dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Perangkat musik tersebut membuat makin banyak orang yang menggunakan headphone di manapun mereka berada. Yang membuatnya semakin buruk adalah mereka mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras. Dalam jangka waktu yang lama, volume yang terlalu keras dapat merusak pendengaran. Tak heran, saat ini semakin banyak laporan remaja yang mengeluh kualitas pendengaran mereka menurun.