TeknologiBanyak orang beranggapan smartphone, laptop, dan internet adalah bukti kemajuan. Dalam beberapa hal, pernyataan tersebut benar. Beberapa aplikasi memang membantu meningkatkan fungsi otak dan pekerjaan.

Namun kemajuan teknologi juga membawa konsekuensi yang tidak diinginkan. Teknologi ternyata dapat membawa efek mematikan kecerdasan manusia. Berikut 7 efek teknologi yang membuat Anda bodoh.

1. Mengacaukan waktu tidur Anda

Penelitian menunjukkan cahaya biru yang dipancarkan smartphone, tablet, dan laptop, dapat menekan pelepasan melatonin dalam tubuh di malam hari. Melatonin adalah hormon utama yang membantu Anda mengatur jam internal, memberitahu tubuh waktunya tidur ketika malam tiba dan merasa mengantuk. Cahaya biru dari gadget dapat mengganggu proses tersebut, sehingga mustahil bagi Anda untuk tidur tepat waktu.

Kurang tidur sudah tentu memiliki efek negatif pada otak. Jika Anda tidur kurang dari tujuh jam tiap harinya, Anda akan merasakan dampak-dampak buruk, seperti: susah fokus saat bekerja, suasana hati yang buruk, bermasalah dengan memori, belum lagi merusak jaringan otak. Kesemuanya akan membuat Anda tidak bahagia dan perlahan-lahan menjadi bodoh.

2. Membuat perhatian Anda terbagi

Tak perlu science untuk menjawab pernyataan tersebut. Faktanya, teknologi membuat perhatian mudah terpecah. Anda pasti sering memeriksa ponsel Anda sembari menyelesaikan pekerjaan Anda, bukan? Atau seberapa sering Anda membuka tab  lain di komputer/laptop Anda yang sama sekali tak berhubungan dengan pekerjaan? Pada kenyataannya, mengerjakan beberapa tugas sekaligus tak akan membuat satu pekerjaan selesai dengan baik.

Menurut survei dari Pew Research Center, 2.400 setuju bahwa siswa sekarang lebih gampang terpecah perhatiannya dibanding generasi sebelumnya. 87% setuju dengan pernyataan teknologi digital menciptakan generasi yang perhatiannya mudah terpecah dengan rentang yang pendek. Sedangkan 64% setuju dengan pernyataan teknologi membuat banyak siswa teralih perhatiannya dari akademis mereka. Tidak heran kalau teknologi justru membuat beberapa siswa menurun tingkat pengetahuannya.

3. Membuat Anda tak bisa mengingat banyak hal

Memori terdiri dari dua macam: memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Informasi harus melalui memori jangka pendek untuk dapat disimpan dalam memori jangka panjang. Namun, setiap memori beristirahat dalam proses pengumpulan informasi, katakanlah mengirim email, membaca chat, memori akan menghapus informasi sebelumnya dari sebelum transfer terjadi.

Kemudian saat Anda mengetahui kalau Google dan smartphone bisa membuat pekerjaan Anda lebih mudah, Anda pun bergantung padanya. Bahkan untuk sekadar sepotong informasi yang bisa Anda simpan di memori.

Karena Anda tak lagi banyak mengingat informasi, sudah tentu Anda pun lebih banyak melupakan informasi. Anda pun cenderung menjadi pelupa.

4. Tak konsentrasi dengan apa yang Anda baca

Teknologi membuat Anda tak bisa berkonsentrasi dengan bahan bacaan Anda. Katakanlah buku ataupun informasi yang Anda baca secara online di smartphone. Tulisan-tulisan berwarna-warni yang memuat link membuat otak Anda bekerja lebih keras daripada seharusnya dan hanya menyisakan sedikit tenaga untuk memproses bahan bacaan.

Penelitian menemukan membaca teks dengan link berwarna membuat otak meski memilih apakah akan mengklik link tersebut atau mengacuhkannya. Lama-kelamaan, otak Anda pun kehilangan kemampuan bekerja dengan baik.

5. Tak bisa menentukan arah tanpa mengandalkan GPS

Orang-orang yang mengAndalkan GPS dalam mencari arah memiliki aktivitas hippocampus yang lebih rendah dibanding yang tidak. Dengan kata lain, saat Anda lebih memilih menggunakan GPS, berarti Anda tak memaksimalkan kapasitas otak Anda. Sebuah penelitian di London menemukan sopit taksi memiliki hippocampus lebih berkembang dibanding pengendara yang terbiasa menggunakan GPS. Hal ini dikarenakan sopir taksi lebih terbiasa menggunakan memoris spasial mereka dibanding menggunakan GPS. Saat seseorang mengembangkan peta kognitif mengingat rute, maka ia telah mencegah masalah penyimpanan memori spasial di kemudian hari.

6. Membuat Anda kecanduan

Menghabiskan terlalu banyak waktu di internet ternyata membuat perubahan dalam otak yang meniru ketergantungan seseorang akan obat-obatan atau alkohol. Pecandu internet, terutama gamer, memiliki  materi abu-abu yang abnormal di otak mereka dan melumpuhkan daerah yang terlibat dalam pengolahan emosi, mengatur perhatian, dan pengambilan keputusan.

7. Mengacuhkan lingkungan sekitar

Teknologi membuat Anda sibuk dengan gadget dan melupakan lingkungan sekitar. Anda pun mulai antipati terhadap lingkungan, tak acuh terhadap orang lain, bahkan nilai kemanusiaan Anda pun menurun karena terlalu sibuk dengan teknologi. Tak heran, teknologi disebut-sebut sebagai pemicu buruknya hubungan antara keluarga, teman, pasangan, bahkan lingkungan.

Terkejut dengan apa yang Anda baca? Sudah semestinya mempertimbangkan lagi bagaimana menggunakan teknologi secara bijak.
Axact

Muhammad Rizky

Anaknya bapa Eko Santoso, paling rajin, sholat dan ngebantu orang tua..semoga berbakti pada Agama, Negara, Orang Tua Keluarganya .

Post A Comment:

0 comments: